Selasa, 05 Juni 2012

SALAH NURUNIN RESLETTING


Auryn seorang wanita  dewasa pegawai sebuah kantor swasta asing pagi itu mau berangkat kerja dan lagi menunggu bus kota di halte bus dekat mulut gang rumahnya. Seperti biasa pakaian yang dikenakan cukup ketat, roknya semi-mini, sehingga bodinya yang seksi bak gitar spanyol itu semakin kelihatan lekuk likunya.

Bus kota datang, Auryn berusaha naik lewat pintu depan, tapi dia merasa kok kakinya tidak sampai di tangga bus. Menyadari bahwa roknya ketetatan, tangan kiri menjulur ke belakang untuk menurunkan sedikit resleting roknya supaya agak longgar.

Tapi, ouucchh, ternyata masih juga belum bisa naik. Ia pun mengulangi untuk menurunkan lagi resleting roknya tp tetap saja masih belum bisa naik juga ke tangga bus. Untuk usaha yang ketiga kalinya, belum sampai dia menurunkan lagi resleting roknya, tiba-tiba ada tangan kuat mendorong pantatnya dari belakang sampai Marini terloncat dan masuk ke dalam bus.

Auryn melihat ke belakang ingin tahu siapa yang mendorongnya, ternyata ada pemuda gondrong yang cengar-cengir melihat Auryn.

“Hei, kurang ajar lo. Berani-beraninya nggak sopan pegang-pegang pantat orang!”

Si pemuda menjawab kalem, “Yang nggak sopan itu situ, Mbak. Masak belum kenal aja berani-beraninya nurunin resleting celana gue.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar