Auryn
seorang wanita dewasa pegawai sebuah
kantor swasta asing pagi itu mau berangkat kerja dan lagi menunggu bus kota di
halte bus dekat mulut gang rumahnya. Seperti biasa pakaian yang dikenakan cukup
ketat, roknya semi-mini, sehingga bodinya yang seksi bak gitar spanyol itu
semakin kelihatan lekuk likunya.
Bus kota datang, Auryn berusaha naik lewat pintu depan, tapi dia merasa kok
kakinya tidak sampai di tangga bus. Menyadari bahwa roknya ketetatan, tangan
kiri menjulur ke belakang untuk menurunkan sedikit resleting roknya supaya agak
longgar.
Tapi, ouucchh, ternyata masih juga belum bisa naik. Ia pun mengulangi untuk menurunkan
lagi resleting roknya tp tetap saja masih belum bisa naik juga ke tangga bus. Untuk
usaha yang ketiga kalinya, belum sampai dia menurunkan lagi resleting roknya,
tiba-tiba ada tangan kuat mendorong pantatnya dari belakang sampai Marini
terloncat dan masuk ke dalam bus.
Auryn melihat ke belakang ingin tahu siapa yang mendorongnya, ternyata ada
pemuda gondrong yang cengar-cengir melihat Auryn.
“Hei, kurang ajar lo. Berani-beraninya nggak sopan pegang-pegang pantat
orang!”
Si pemuda menjawab kalem, “Yang nggak sopan itu situ, Mbak. Masak belum kenal
aja berani-beraninya nurunin resleting celana gue.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar